Berita

Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon Perkuat Integritas Akademik Mahasiswa di Era AI

UIN Siber Cirebon — Mahasiswa dihadapkan pada tuntutan untuk mampu menyusun karya ilmiah, menggunakan sumber referensi secara tepat, serta memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. Kemampuan tersebut perlu dibangun sejak awal perkuliahan agar kemudahan akses informasi tidak mengabaikan prinsip kejujuran dan etika akademik.

Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Kemitraan Partnership. Program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan akademik yang relevan, mulai dari mengenali plagiarisme, mengembangkan tulisan ilmiah, mengakses referensi digital, hingga memahami batasan penggunaan Artificial Intelligence (AI).

Bijak Memanfaatkan AI dalam Penulisan Ilmiah

Sebagai mahasiswa semester pertama, peserta perlu memahami bahwa kegiatan akademik di perguruan tinggi menuntut lebih dari sekadar kemampuan mengumpulkan informasi. Mahasiswa juga harus mampu mengolah informasi menjadi gagasan yang logis, menyusun argumentasi berdasarkan sumber yang dapat dipercaya, serta mencantumkan rujukan secara benar.

Pelatihan diawali dengan orientasi kegiatan, dan pretest yang dipandu oleh Efrida Yasni, M.Ak. Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran sebelum peserta mengikuti sesi materi utama.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Idris Hemay, M.Si., dengan tema “Konsep Dasar Integritas Akademik, Dampak Plagiarisme dan Sanksinya.” Sesi ini membahas pentingnya menjaga kejujuran dalam kegiatan akademik serta memahami konsekuensi dari pelanggaran integritas, termasuk plagiarisme.

Pemahaman tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mengenali batas antara menggunakan karya orang lain sebagai referensi dan mengambil gagasan tanpa memberikan pengakuan yang semestinya.

Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Ahmad Rofii, MA., LL.M., Ph.D., menegaskan pentingnya menjaga kemampuan berpikir mandiri di tengah kemudahan teknologi.

“AI dan teknologi digital seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat proses belajar, bukan menggantikan proses berpikir. Karena itu, literasi digital harus berjalan bersama integritas akademik,” tegasnya.

Pemahaman tersebut mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memeriksa kebenaran sumber, mencantumkan sitasi secara tepat, menjaga orisinalitas, dan mempertanggungjawabkan isi karya akademiknya.

Dalam kegiatan akademik, mahasiswa tetap memiliki tanggung jawab untuk memeriksa kebenaran informasi, menilai kualitas sumber, serta memastikan bahwa tulisan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. Penggunaan AI juga perlu memperhatikan ketentuan akademik yang berlaku, termasuk orisinalitas karya dan transparansi penggunaan teknologi.

Integritas Akademik sebagai Budaya Belajar

Dekan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., MA., menekankan bahwa perkembangan teknologi perlu diiringi dengan penguatan budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran dan etika.

“Transformasi digital harus berjalan beriringan dengan transformasi budaya akademik. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan produktif, tetapi tetap menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan integritas,” pesannya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pelatihan diakhiri dengan post-test dan refleksi yang dipandu oleh Efrida Yasni, M.Ak., sebelum memasuki sesi penutupan.

Melalui pelatihan ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mahasiswa dapat menerapkan prinsip integritas akademik dalam berbagai aktivitas perkuliahan, mulai dari pengerjaan tugas, penyusunan makalah, penggunaan referensi, hingga pemanfaatan AI dalam penulisan ilmiah.

Penguatan integritas sejak semester pertama diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya mahasiswa yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kejujuran, pemikiran kritis, dan tanggung jawab intelektual. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasar dalam dunia akademik.

Keterkaitan SDGs:
SDGs 4 - Quality Education
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas