Fakultas Syariah (FASYA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan kompetensi digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) yang diselenggarakan pada 22–23 Oktober 2026 melalui kolaborasi bersama PROPENAS dan Bank Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Siber SBSN pukul 08.00–17.00 WIB ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, dosen, dan pendamping usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memahami penerapan teknologi dalam pengelolaan keuangan usaha.
Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pencatatan transaksi digital yang sistematis serta pemanfaatannya dalam mendukung pengelolaan usaha yang lebih terstruktur, transparan, dan profesional.
Membangun Kompetensi Digital Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, termasuk dalam pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting agar pelaku usaha dapat memahami kondisi keuangan serta merencanakan pengembangan bisnis secara lebih terarah.

Pelatihan ini menghadirkan Ir. Akhmad Jaeroni, M.M., akademisi Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon, sebagai salah satu narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada pemanfaatan aplikasi SIAPIK sebagai sarana pencatatan informasi keuangan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan UMKM.
Peserta tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan aplikasi, tetapi juga diarahkan untuk memahami manfaat pencatatan keuangan dalam mendukung evaluasi usaha, pengelolaan arus kas, dan pengambilan keputusan bisnis.
FASYA Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Ekonomi
Dekan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A., mendukung pengembangan kegiatan yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi ini sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penguatan literasi keuangan digital juga membuka peluang bagi sivitas akademika untuk mengembangkan pengetahuan mengenai tata kelola keuangan, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi.
Bagi mahasiswa, pelatihan ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat. Sementara itu, dosen dapat memanfaatkan materi yang diperoleh sebagai pengayaan pembelajaran, dan pendamping UMKM dapat mengembangkan metode edukasi keuangan digital bagi pelaku usaha.
SIAPIK, Solusi Digital untuk Pencatatan Keuangan UMKM
SIAPIK merupakan aplikasi yang dikembangkan Bank Indonesia untuk membantu pelaku UMKM mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan secara sistematis. Pemanfaatan aplikasi ini mendukung pelaku usaha dalam mendokumentasikan pemasukan, pengeluaran, serta perkembangan kondisi keuangan bisnis.

Melalui pencatatan yang teratur, pelaku UMKM dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai aktivitas keuangan usahanya. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi kinerja usaha, merencanakan kebutuhan operasional, serta menentukan langkah pengembangan bisnis berikutnya.
Penerapan pencatatan keuangan digital juga dapat membangun kebiasaan administrasi usaha yang lebih tertib, termasuk dalam memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Dengan demikian, pengelolaan usaha diharapkan semakin terarah dan memiliki dokumentasi keuangan yang lebih baik.
Peserta Dipersiapkan Menjadi Penggerak Literasi Keuangan Digital
Pendekatan Training of Trainers menjadi salah satu keunggulan kegiatan ini karena peserta dipersiapkan untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat yang membutuhkan edukasi keuangan digital.
Mahasiswa dapat berperan dalam memperluas literasi keuangan melalui kegiatan kewirausahaan dan pengabdian masyarakat. Dosen dapat mengintegrasikan pengetahuan tersebut ke dalam proses pembelajaran, sedangkan pendamping UMKM dapat menerapkannya dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha.
Sinergi antara FASYA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, PROPENAS, dan Bank Indonesia diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan digital serta mendorong pemanfaatan teknologi yang semakin optimal di kalangan UMKM.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan kompetensi digital, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, dan berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendidikan yang aplikatif dan berkelanjutan.